HARI KE-10 : 8 ORANG HILANG DI SELAT SUNDA SAAT MELIPUT GUNUNG ANAK KRAKATAU , OPERASI SAR DI UJUNG BATAS


SELAT SUNDA ,KABAR INDONESIA : Misteri hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal KM Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda kini memasuki hari ke-10, Kamis (17/9/2026). Di tengah cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, Tim SAR Gabungan terus berjuang menemukan jejak kedelapan orang yang hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik mengabadikan aktivitas Gunung Anak Krakatau.Rombongan berangkat dari Dermaga Pegadongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Sekitar pukul 14.33–14.42 WIB, salah satu jurnalis sempat membagikan lokasi terakhir kapal kepada rekannya di Lampung. Namun tepat pukul 15.04 WIB, seluruh saluran komunikasi terputus.

Sebuah foto Gunung Anak Krakatau yang mengepulkan asap tebal sempat terkirim tertunda. Setelah itu, tak ada lagi kabar dari rombongan.

Wilayah pencarian kini diperluas mencakup 3.439 mil laut persegi, dibagi menjadi delapan sektor, bahkan menjangkau hingga wilayah Pulau Enggano dan pesisir Bengkulu. Meski demikian, belum ada hasil yang membuahkan keberadaan rombongan.

Tim SAR juga mengirimkan siaran maritim kepada seluruh kapal yang melintasi Selat Sunda, meminta melaporkan jika menemukan puing-puing atau tanda keberadaan korban. Beberapa benda mengapung seperti terpal dan galon sempat ditemukan, namun dipastikan bukan milik KM Arupadhatu 1.

Delapan Nama yang Masih Dinantikan

Lima jurnalis foto yang hilang:

1. M. Bagus Khoirunnas
2. Ari Basuki
3. Yudistiro Pranoto
4. Firman Daus
5. Donal Husni

Tiga kru kapal:

1. Warta/Surahman
2. Sukarman
3. Heriyanto

Keluarga korban terus menerima pendampingan dan dukungan logistik sambil menanti kabar.

Masa perpanjangan operasi SAR dijadwalkan berakhir pada Jumat (18/9/2026). Jika tidak ditemukan petunjuk baru, operasi aktif lapangan berpotensi dihentikan dan dialihkan menjadi pemantauan pasif , namun dapat kembali dibuka jika muncul informasi baru.

Sepuluh hari tanpa kabar. Delapan keluarga masih menanti. Doa terus dipanjatkan agar kedelapan orang yang berangkat mengabdi lewat lensa ini segera ditemukan dan pulang ke rumah masing-masing.

(ASEP JUNAEDI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *