JAKARTA, KABAR INDONESIA : Pergantian posisi Kepala Kepolisian RI dari Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dibaca sebagai indikasi awal pergeseran konfigurasi kekuasaan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Riset IndoStrategi Research Intelligence, Ali Noer Zaman, membaca rotasi tersebut sebagai penanda dimulainya proses yang ia sebut sebagai “bersih-bersih geng Solo”
“Pergantian Kapolri merupakan indikasi dimulainya secara perlahan bersih bersih geng Solo. Hal itu dilakukan dengan memberi kewenangan yang lebih kecil pada Sigit. Dia diganti oleh Suyudi Ario Seto yang memiliki kedekatan dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad,” kata Ali Noer Zaman kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/10/2026). 7412
Menurut Ali, pergantian Kapolri tidak berdiri sendiri. Momentum itu berlangsung bersamaan dengan reshuffle kabinet yang mengubah sejumlah posisi strategis. 7412
Di antaranya, Arrmanatha Christiawan Nasir ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri, sementara *Bahlil Lahadalia* mendapat posisi sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Energi. Adapun, Pratikno yang sebelumnya menjabat Menko PMK kini tak lagi berada di Kabinet Merah Putih. 7412
Pelantikan resmi dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026) siang berdasarkan Keppres No. 104/P/2026 dan 105/P/2026. Dalam reshuffle ketujuh Kabinet Merah Putih ini:
– Sugionodari Menlu menjadi Menko PMK menggantikan Pratikno
– Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP)
– Suyudi Ario Seto resmi menjadi Kapolri dengan Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat 7954
“Prabowo tentunya akan mempersiapkan diri untuk pertarungan politik di pilpres 2029,” tutup Ali, Doktor Ilmu Politik UNPAD ini. 7412
Sumber: http://Repelita.id .
Pimpinan Redaksi : Asep Saepudin | KABAR INDONESIA
Siap tayang di portal Mas!