Hujan Lebat Picu Longsor di Desa Sirau, Dua Rumah Rusak dan Warga Mengungsi

KABAR INDONESIA| Purbalingga — Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangmoncol pada Sabtu malam (18/4/2026) memicu bencana tanah longsor di Dusun Karanggintung, Desa Sirau. Dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsoran.

Hujan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam, sejak pukul 18.30 hingga 21.30 WIB, menyebabkan kondisi tanah di kawasan perbukitan menjadi jenuh air dan kehilangan daya ikat. Lereng yang berada di atas permukiman warga akhirnya runtuh dan menimpa bangunan di bawahnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dusun 5 Karanggintung, Hadirin, menyampaikan bahwa longsor berasal dari tebing yang posisinya lebih tinggi dari rumah warga. Material tanah dan bebatuan menghantam bagian talud hingga merusak struktur bangunan.

Rumah milik Samiun Al Nuralim mengalami kerusakan cukup parah pada bagian dinding dan atap. Sementara itu, dapur rumah milik Dianto berada dalam kondisi rawan karena berpotensi terdampak longsor susulan.

Dua rumah yang terdampak berada di RT 024 RW 007, dengan total tujuh penghuni. Rinciannya, empat orang tinggal di rumah Samiun dan tiga orang di rumah Dianto.

Evakuasi Mandiri, Warga Selamat

Setelah kejadian, warga bersama aparat desa langsung melakukan evakuasi secara mandiri. Barang berharga serta dokumen penting berhasil diamankan, sementara seluruh penghuni rumah dipindahkan ke tempat yang lebih aman, yakni ke rumah keluarga terdekat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun demikian, kerusakan bangunan diperkirakan menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit.

Harapkan Dukungan Pemerintah

Pemerintah desa setempat berharap adanya perhatian dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi penanggulangan bencana, untuk membantu penanganan pascabencana.

Bantuan yang dibutuhkan meliputi kebutuhan logistik, perbaikan rumah, hingga kemungkinan relokasi bagi warga jika kondisi tanah dinilai tidak lagi aman untuk dihuni.

“Upaya gotong royong akan kami lakukan bersama warga, namun untuk solusi jangka panjang, relokasi bisa menjadi pilihan jika risiko masih tinggi,” ujar Hadirin.

Peringatan untuk Wilayah Rawan

Desa Sirau diketahui termasuk kawasan dengan potensi tinggi terhadap bencana longsor. Pemerintah desa mengingatkan warga yang tinggal di sekitar lereng atau tebing untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam durasi lama.

Masyarakat diimbau untuk segera mencari tempat aman apabila hujan terus mengguyur, guna menghindari kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di wilayah rawan, sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *