Cimanggu, Cilacap – Kabarindonesia.online,Pagi yang penuh energi dan kebersamaan terlihat jelas di Lapangan Tri Bangkit, Jumat (24/4/2026). Pemerintah Kecamatan Cimanggu bersama masyarakat turun langsung dalam kegiatan gotong royong membersihkan dan merawat salah satu aset penting milik daerah tersebut.

Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Lebih dari itu, menjadi simbol kuat bahwa kepedulian terhadap fasilitas umum masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Dipimpin langsung oleh Camat Cimanggu, Agus Priharso, S.Hut., M.P., kegiatan ini juga melibatkan jajaran Forkopimcam, instansi terkait, hingga pelajar dan tenaga pendidik dari berbagai sekolah seperti SDN 1 Cimanggu, SMP Muhammadiyah Cimanggu, dan SMK Muhammadiyah Cimanggu.

Suasana akrab dan penuh semangat tampak saat peserta bahu-membahu membersihkan area lapangan. Rumput liar dipangkas, sampah dikumpulkan, dan lingkungan sekitar ditata agar kembali nyaman digunakan. Tak ada sekat jabatan atau usia—semua larut dalam satu tujuan: menjaga aset bersama.
Dalam arahannya, Agus Priharso menegaskan bahwa menjaga fasilitas umum bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat.
“Hari ini kita buktikan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama kita. Lapangan ini milik bersama, maka sudah seharusnya kita rawat bersama. Kalau bukan kita, siapa lagi?” ujarnya dengan nada penuh semangat.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi budaya yang terus dijaga. Menurutnya, perawatan yang berkelanjutan akan memastikan Lapangan Tri Bangkit tetap menjadi ruang publik yang layak, bersih, dan membanggakan.
Lapangan Tri Bangkit sendiri memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat Cimanggu. Mulai dari kegiatan olahraga, pertemuan warga, hingga berbagai acara kemasyarakatan, semuanya terpusat di lokasi ini. Tak heran jika keberadaannya menjadi denyut nadi aktivitas warga.
Partisipasi aktif para pelajar dalam kegiatan ini juga menjadi sorotan positif. Selain membantu secara langsung, mereka turut belajar nilai penting tentang kepedulian, tanggung jawab, dan kebersamaan. Sebuah investasi karakter yang tak ternilai.
Kegiatan ini seolah mengingatkan kembali bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kesadaran warganya dalam menjaga apa yang sudah dimiliki. Gotong royong bukan sekadar tradisi—melainkan kekuatan sosial yang mampu menjaga keberlanjutan.
Jika semangat seperti ini terus dirawat, bukan tidak mungkin Lapangan Tri Bangkit akan menjadi contoh ruang publik yang hidup, bersih, dan penuh aktivitas positif.
Dan di balik sapu, cangkul, serta tawa kebersamaan pagi itu, ada pesan sederhana namun kuat: menjaga bersama, berarti membangun masa depan bersama.
Reporter: Dodo P (Ki Alit)