Puluhan Rumah Warga Desa Karangnangka Banjarnegara Rusak Akibat Tanah Bergerak

Banjarnegara | Kabar Indonesia – Bencana tanah bergerak kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara. Kali ini, Desa Karangnangka menjadi wilayah terdampak paling parah setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur kawasan tersebut sejak Senin (5/1/2026) hingga dini hari.

Peristiwa ini mengakibatkan sedikitnya 35 rumah warga di Dusun Gumingsir dan Sokaraja mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Dari jumlah tersebut, 10 rumah dinyatakan tidak layak huni sehingga penghuninya harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kepala Desa Karangnangka, Suratman, menyampaikan bahwa pergerakan tanah terpusat di wilayah RT 5, RT 6, dan RT 7 RW 1. Hampir seluruh bangunan rumah di kawasan tersebut mengalami retakan pada lantai dan dinding, bahkan beberapa rumah tampak miring akibat pergeseran tanah yang masih berlangsung.

Selain permukiman warga, bencana ini juga berdampak pada infrastruktur desa. Sejumlah ruas jalan mengalami amblas dan tidak dapat dilalui kendaraan, sementara lahan pertanian warga mengalami kerusakan cukup signifikan. Material longsoran dilaporkan terbawa aliran sungai, menambah potensi ancaman di wilayah hilir.

Sejumlah relawan kebencanaan bersama pemerintah desa, Destana Karangnangka, TRC FPRB Pagentan, serta Koramil 018 Pagentan, terus melakukan pemantauan di lokasi serta mengimbau warga untuk mengungsi sementara guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan asesmen lanjutan terhadap titik-titik rawan pergerakan tanah. Menurutnya, apabila kondisi tanah masih bergerak dan dinilai membahayakan, relokasi warga menjadi opsi yang harus segera dipertimbangkan.

Pemerintah desa berharap adanya dukungan dan respons cepat dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat untuk penanganan darurat serta solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak bencana tanah bergerak di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *