EDUKASI: Perundungan atau bullying, Kamu Menganggapnya Candaan, Korban Mungkin Mengingatnya Seumur Hidup

KABAR INDONESIA , KUNINGAN:
Perundungan atau bullying bukan sekadar gurauan yang bisa dianggap remeh. Di balik tawa pelaku dan orang-orang yang menyaksikan, bisa saja ada seseorang yang sedang menanggung rasa sakit, ketakutan, malu, hingga kehilangan kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Dampaknya tidak sesingkat saat kejadian — korban bisa mengingatnya seumur hidup.15.09.2026.

Perundungan hadir dalam berbagai bentuk:

– Fisik — dorongan, pukulan, perlakuan kasar
– Verbal — hinaan, ejekan, panggilan buruk
– Sosial — pengucilan, penyebaran isu, pemutusan pertemanan
– Digital — cyberbullying melalui media sosial, pesan, maupun unggahan

Seringkali tindakan ini dibungkus dengan kata “cuma bercanda”. Padahal, ada batas yang jelas antara candaan dan perundungan: jika satu pihak tertawa sementara pihak lain merasa terhina, takut, tersakiti, atau terus-menerus menjadi sasaran — itu bukan candaan, itu kekerasan.

Yang menyedihkan, banyak korban memilih diam. Mereka takut dianggap lemah, takut mendapat tekanan lebih besar, atau tidak tahu kepada siapa harus meminta bantuan. Diamnya korban kerap disalahartikan sebagai ketidak Mampuan, padahal di dalamnya luka makin dalam.

Menghentikan bullying bukan tugas korban seorang diri:

– Pelaku harus berhenti. Menyadari bahwa kata dan tindakan berdampak nyata pada orang lain.
– Saksi tidak boleh diam. Diam berarti membiarkan kekerasan berlanjut. Berpihak pada korban, tanyakan kabarnya, ajak mencari bantuan.
– Lingkungan harus membuka ruang aman. Di mana korban berani melapor tanpa takut dibenci atau diabaikan.

Jangan menunggu luka terlihat fisiknya untuk menyadari bahwa bullying adalah persoalan serius. Luka batin bisa jauh lebih lama sembuhnya.

Kenali. Cegah. Laporkan. Lindungi korban.
Satu kata bisa melukai. Satu tindakan bisa meninggalkan trauma. Namun satu keberanian untuk bersuara dan menghentikannya — bisa menyelamatkan seseorang.

MEDIA KABAR INDONESIA
Suara Edukasi, Informasi dan Kepedulian Masyarakat

Penulis: Asep Junaedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *